Tutorial Install dan Konfigurasi Docker di Ubuntu Server
Pendahuluan
Docker adalah platform containerization yang memungkinkan aplikasi dijalankan secara terisolasi, ringan, dan konsisten di berbagai environment. Docker sangat populer di dunia DevOps karena mempermudah proses deployment, scaling, dan maintenance aplikasi.
Pada tutorial ini akan dibahas cara install Docker di Ubuntu Server serta konfigurasi dasar agar Docker siap digunakan untuk kebutuhan development maupun production.
Persiapan
Sebelum memulai instalasi, pastikan server menggunakan Ubuntu Server versi 20.04 atau 22.04, memiliki akses root atau sudo, serta terkoneksi ke internet.
Lakukan update sistem terlebih dahulu agar repository dan dependency dalam kondisi terbaru.
Instalasi Dependency
Docker membutuhkan beberapa paket pendukung agar dapat berjalan dengan baik. Install dependency yang diperlukan menggunakan perintah berikut.
Menambahkan Repository Resmi Docker
Agar mendapatkan versi Docker terbaru dan stabil, repository resmi Docker perlu ditambahkan ke sistem.
Tambahkan GPG key Docker terlebih dahulu.
Setelah itu, tambahkan repository Docker ke sistem Ubuntu.
Update kembali daftar repository.
Install Docker Engine
Setelah repository tersedia, Docker dapat langsung diinstall menggunakan perintah berikut.
Cek status Docker untuk memastikan service berjalan dengan normal.
Jika Docker aktif, maka instalasi berhasil.
Konfigurasi Docker Tanpa Sudo
Secara default, Docker hanya bisa dijalankan oleh user root. Agar Docker bisa digunakan tanpa sudo, tambahkan user ke group Docker.
Logout dan login kembali agar perubahan group diterapkan.
Pengujian Instalasi Docker
Untuk memastikan Docker berjalan dengan baik, jalankan container contoh berikut.
Jika muncul pesan Hello from Docker!, berarti Docker telah terinstall dan berfungsi dengan normal.
Contoh Penggunaan Docker
Sebagai contoh penggunaan sederhana, jalankan container web server menggunakan Docker.
Akses melalui browser menggunakan alamat IP server dan port 8080. Jika halaman Nginx muncul, berarti container berjalan dengan sukses.
Penutup
Docker mempermudah proses deployment aplikasi dan sangat cocok digunakan untuk lingkungan development maupun production. Dengan instalasi dan konfigurasi dasar ini, server sudah siap digunakan untuk menjalankan berbagai aplikasi berbasis container.
Untuk penggunaan lebih lanjut, Docker dapat dikombinasikan dengan Docker Compose, reverse proxy, dan sistem orkestrasi container.