Tutorial Install dan Tuning Nginx di Ubuntu Server untuk Performa Optimal
Pendahuluan
Nginx adalah web server yang terkenal ringan, cepat, dan stabil. Banyak digunakan sebagai web server utama maupun sebagai reverse proxy untuk aplikasi seperti Laravel, Nextcloud, ERP, dan API backend.
Pada tutorial ini kita akan membahas cara install Nginx serta tuning dasar agar performanya optimal di Ubuntu Server.
- Persiapan
Sebelum memulai, pastikan:
-
Menggunakan Ubuntu Server 20.04 / 22.04
-
Akses root atau user dengan hak sudo
-
Server sudah terkoneksi internet
Update repository terlebih dahulu:
sudo apt update && sudo apt upgrade -y -
- Install Nginx
Install Nginx menggunakan package manager bawaan Ubuntu:
sudo apt install nginx -yCek status Nginx:
sudo systemctl status nginxJika aktif, Nginx akan berstatus active (running).
- Konfigurasi Firewall
Jika menggunakan UFW, buka akses HTTP dan HTTPS:
sudo ufw allow 'Nginx Full'
sudo ufw reloadCek rule:
sudo ufw status - Tuning Dasar Nginx
- Worker Processes
Edit konfigurasi utama Nginx:
sudo nano /etc/nginx/nginx.confUbah bagian:
worker_processes auto;Artinya Nginx akan otomatis menyesuaikan dengan jumlah CPU core.
- Worker Connections
Masih di file yang sama, atur:
Ini membantu Nginx menangani koneksi dalam jumlah besar.events {
worker_connections 4096;
multi_accept on;
} - Gzip Compression
Aktifkan gzip untuk mempercepat transfer data:
gzip on;
gzip_types text/plain text/css application/json application/javascript text/xml application/xml;
gzip_min_length 1000;
- Worker Processes
- Test Konfigurasi
Sebelum restart, cek konfigurasi:
Jika muncul:sudo nginx -tsyntax is ok
test is successfulmaka konfigurasi aman.
Restart Nginx:
sudo systemctl restart nginx - Pengujian
Buka browser dan akses:
Penutup
Dengan konfigurasi dasar ini, Nginx sudah siap digunakan untuk kebutuhan web server maupun reverse proxy. Untuk production, tuning lanjutan seperti cache, rate limit, SSL, dan security hardening sangat disarankan.