Home / Service Level Agreement
Service Level Agreement
Terakhir diperbarui: 04 Juni 2026
Pasal 1
Definisi & Ruang Lingkup
- Service Level Agreement (SLA) adalah perjanjian tingkat layanan antara RanahHosting dan pelanggan yang mengatur standar kualitas dan ketersediaan layanan yang dijamin.
- SLA ini berlaku untuk seluruh layanan hosting, VPS, dan server yang dioperasikan langsung oleh infrastruktur RanahHosting.
- Layanan yang berjalan di atas infrastruktur pihak ketiga (seperti domain registrar, CDN pihak ketiga) tidak tercakup dalam SLA ini.
- RanahHosting berhak memperbarui ketentuan SLA ini dengan pemberitahuan minimal 7 hari sebelum berlaku efektif.
Pasal 2
Jaminan Uptime
- RanahHosting menjamin ketersediaan layanan (uptime) sebesar 99,9% per bulan kalender, dihitung dari total jam dalam sebulan dikurangi total jam downtime tidak terencana.
- Uptime dihitung menggunakan rumus: (Total Jam − Downtime) ÷ Total Jam × 100%.
- Downtime yang disebabkan oleh pemeliharaan terencana, force majeure, atau tindakan pengguna tidak dihitung dalam perhitungan uptime.
- RanahHosting menyediakan halaman status layanan real-time yang dapat diakses untuk memantau kondisi infrastruktur.
Pasal 3
Waktu Respons & Penanganan
Prioritas Tinggi (Layanan down total):
- Respons awal: maksimal 1 jam setelah tiket diterima.
- Target resolusi: maksimal 4 jam.
Prioritas Sedang (Gangguan performa):
- Respons awal: maksimal 4 jam pada hari dan jam kerja.
- Target resolusi: maksimal 24 jam.
Prioritas Rendah (Pertanyaan & permintaan umum):
- Respons awal: maksimal 1×24 jam hari kerja.
- Target resolusi: maksimal 3 hari kerja.
Jam operasional dukungan teknis: Senin–Jumat pukul 08.00–17.00 WIB. Dukungan darurat tersedia 24/7 via tiket untuk prioritas tinggi.
Pasal 4
Pemeliharaan Terencana
- RanahHosting akan memberikan pemberitahuan minimal 48 jam sebelum pelaksanaan pemeliharaan terencana yang berdampak pada ketersediaan layanan.
- Pemeliharaan terencana sedapat mungkin dijadwalkan di luar jam sibuk, yaitu pukul 00.00–06.00 WIB.
- Durasi pemeliharaan terencana tidak akan dihitung sebagai downtime dalam perhitungan SLA uptime.
- Pembaruan darurat (emergency maintenance) dapat dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya demi menjaga keamanan dan kestabilan infrastruktur.
Pasal 5
Kompensasi
- Apabila uptime aktual dalam satu bulan kalender berada di bawah jaminan 99,9%, pelanggan berhak mengajukan klaim kompensasi berupa kredit layanan.
- Besaran kompensasi:
- Uptime 99,0% – 99,9%: kredit 10% dari biaya bulan tersebut.
- Uptime 95,0% – 98,9%: kredit 25% dari biaya bulan tersebut.
- Uptime di bawah 95,0%: kredit 50% dari biaya bulan tersebut.
- Klaim kompensasi harus diajukan melalui tiket dukungan maksimal 7 hari setelah akhir bulan yang bersangkutan.
- Kompensasi diberikan dalam bentuk kredit akun dan tidak dapat diuangkan atau dipindahtangankan.
- Total kompensasi dalam satu bulan tidak akan melebihi nilai tagihan bulan tersebut.
Pasal 6
Pengecualian SLA
- Jaminan SLA tidak berlaku apabila downtime disebabkan oleh: tindakan atau kelalaian pengguna, serangan siber (DDoS, hacking) yang ditujukan kepada akun pengguna, bencana alam atau kejadian force majeure.
- Gangguan yang disebabkan oleh perangkat lunak pihak ketiga yang diinstal oleh pengguna tidak termasuk dalam cakupan SLA.
- Masa percobaan (trial) dan layanan gratis tidak tercakup dalam jaminan SLA ini.
- Pelanggaran syarat dan ketentuan yang mengakibatkan penangguhan layanan tidak dihitung sebagai downtime SLA.